Kegersangan musim kemarau tak terasa di Kompleks Permandian Selokambang yang luasnya 12 hektar itu. Teriknya sinar matahari pada musim kemarau tidak mampu mengalahkan keteduhan yang ditebarkan pepohonan rindang di sekitarnya.
Suasana tenang dan sejuk tadi semakin lengkap oleh riak-riak air jernih alami yang memenuhi kolam induk berukuran sangat luas. Keseluruhan simfoni alam seolah tidak henti-hentinya memancarkan kedamaian bagi para pengunjungnya. Inilah primadona obyek wisata Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, yang berlokasi di Desa Purwosono, sekitar tujuh kilometer arah barat Kota Lumajang.
Tidak susah untuk mencapai lokasi ini karena jalanan beraspal cukup mulus melintasinya. Kendaraan umum pun tersedia, mengendarai motor sendiri pun tak akan menemui hambatan.
Menurut catatan Pemerintah Kabupaten Lumajang, debit sumber air Selokambang mencapai lebih dari 1.350 meter kubik per detik, sebagian dimanfaatkan perusahaan daerah air minum (PDAM) setempat untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat Kota Lumajang.
Selain kolam renang induk yang luasnya mencapai 1.000 meter persegi, di kompleks ini juga tersedia kolam renang khusus untuk anak-anak, kolam pemancingan, beraneka ragam fasilitas bermain anak-anak, serta sarana olahraga. Karena itu, lokasi ini banyak dimanfaatkan untuk rekreasi keluarga.
“Pengunjung sangat ramai pada masa Idul Fitri, puncaknya hari raya Kupatan,” tutur Soeharwoko, Kepala Subbagian Pariwisata Kabupaten Lumajang. Ia menambahkan, Kupatan jatuh pada hari ketujuh setelah Idul Fitri dan warga Lumajang banyak yang merasa belum afdal merayakannya jika belum berkunjung ke Selokambang. Selain itu, ada kepercayaan bahwa mandi di Selokambang bisa menyembuhkan berbagai penyakit.
http://www.eastjava.com/